Studi Kelayakan & Business Plan

Analisis pasar dan kompetitorMarket and competitor analysis

← Semua layanan ALLMAR Law & InvestmentAll ALLMAR Law & Investment services

Jawaban singkatShort answer

Analisis pasar dan kompetitor adalah layanan ALLMAR Law & Investment.Market and competitor analysis is a service by ALLMAR Law & Investment.

Studi kelayakan yang meyakinkan selalu berdiri di atas pemahaman pasar yang kuat. Bank, calon mitra, atau Anda sendiri sebagai investor akan bertanya: siapa yang akan membeli, berapa banyak, dengan harga berapa, dan mengapa mereka memilih Anda dibanding pesaing? Jasa analisis pasar dan kompetitor menjawab pertanyaan tersebut dengan data dan metode yang dapat ditelusuri, sehingga proyeksi penjualan dalam business plan tidak sekadar angka optimis.

Analisis pasar dalam studi kelayakan berbeda dari riset pemasaran untuk kampanye. Fokusnya adalah menilai apakah permintaan cukup besar dan dapat diraih untuk membenarkan sebuah investasi.

Komponen Analisis Pasar

Definisi pasar

Menetapkan batas pasar secara jelas: produk atau jasa apa, untuk segmen pelanggan siapa, dan di wilayah mana. Definisi yang terlalu luas membuat angka pasar tampak besar tetapi tidak relevan.

Ukuran pasar

Salah satu pendekatan yang umum adalah membagi pasar menjadi tiga lapis. Total pasar yang tersedia (TAM) menggambarkan seluruh permintaan secara teoretis. Pasar yang dapat dilayani (SAM) adalah bagian yang sesuai dengan produk dan wilayah Anda. Pasar yang realistis diraih (SOM) adalah porsi yang masuk akal direbut dalam periode tertentu, mempertimbangkan kapasitas dan persaingan. Perhitungan bisa dilakukan dari atas ke bawah memakai data statistik, dan dari bawah ke atas memakai data kapasitas serta perilaku pembelian.

Tren dan penggerak permintaan

Faktor yang mendorong atau menekan permintaan, seperti pertumbuhan penduduk di area tertentu, perubahan gaya hidup, kebijakan pemerintah, harga bahan baku, dan perkembangan teknologi.

Perilaku pelanggan

Bagaimana pelanggan memilih, membeli, dan berapa sering. Termasuk sensitivitas terhadap harga dan saluran pembelian yang disukai.

Komponen Analisis Kompetitor

  • Peta pesaing. Pesaing langsung, tidak langsung, dan calon pendatang baru.
  • Profil pesaing utama. Lokasi, kapasitas, rentang harga, saluran penjualan, dan keunggulan yang mereka tonjolkan.
  • Struktur industri. Seberapa kuat posisi pemasok dan pembeli, ancaman produk pengganti, serta hambatan masuk.
  • Celah posisi. Kebutuhan pelanggan yang belum dilayani dengan baik dan dapat menjadi dasar keunggulan Anda.

Sumber Data dan Metode

Data sekunder berasal dari publikasi statistik resmi, laporan asosiasi industri, data perizinan dan publikasi pemerintah, serta laporan tahunan perusahaan terbuka di sektor yang sama. Data primer dikumpulkan lewat survei calon pelanggan, wawancara dengan pelaku industri dan pemasok, pengamatan lapangan, serta pemantauan harga di toko fisik dan kanal online. Setiap angka dalam laporan dicantumkan sumbernya agar dapat diverifikasi pembaca.

Alur Kerja Jasa Analisis Pasar

  1. Penetapan pertanyaan riset berdasarkan rencana usaha dan kebutuhan pembaca studi kelayakan.
  2. Riset meja untuk mengumpulkan data sekunder dan menyusun hipotesis awal.
  3. Riset lapangan untuk menguji hipotesis dan melengkapi data yang tidak tersedia.
  4. Perhitungan ukuran pasar dengan lebih dari satu pendekatan sebagai pembanding.
  5. Analisis kompetitor dan penentuan posisi.
  6. Penurunan asumsi penjualan yang akan dipakai dalam proyeksi keuangan.
  7. Penyusunan laporan berisi temuan, metode, sumber, dan keterbatasan data.

Kesalahan Umum dalam Analisis Pasar

  • Mengambil angka pasar nasional lalu menganggap porsi kecil darinya pasti bisa diraih.
  • Menyatakan tidak ada pesaing, padahal pelanggan punya alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan yang sama.
  • Survei dengan pertanyaan yang mengarahkan, sehingga minat beli tampak lebih tinggi dari kenyataan.
  • Tidak menyebut sumber dan tahun data.
  • Asumsi penjualan di proyeksi keuangan tidak terhubung dengan hasil analisis pasar.

Contoh Penerapan

Misalkan Anda berencana membuka tempat penitipan anak di sebuah kawasan perumahan. Analisis pasar tidak berhenti pada jumlah penduduk. Yang dihitung adalah jumlah keluarga dengan anak usia sasaran, porsi keluarga dengan kedua orang tua bekerja, kesediaan membayar di kisaran harga yang direncanakan, serta jarak tempuh yang masih diterima orang tua.

Dari sisi kompetitor, dipetakan tempat penitipan yang sudah ada, kapasitasnya, jam layanan, dan ulasan orang tua. Bila kapasitas pesaing sudah penuh dan ada daftar tunggu, itu sinyal permintaan yang kuat. Bila banyak tempat masih sepi, posisi dan strategi harga perlu dipikirkan ulang.

Waktu dan Faktor Biaya

Lama pengerjaan bergantung pada ketersediaan data sekunder, luas wilayah, dan kebutuhan riset lapangan. Biaya jasa dipengaruhi jumlah segmen dan wilayah, metode pengumpulan data primer, jumlah responden atau narasumber, serta kedalaman analisis kompetitor.

Bila Anda membutuhkan dasar pasar yang kuat untuk studi kelayakan atau business plan, tim ALLMAR Law & Investment (bagian Investasi) dapat membantu meriset permintaan, memetakan kompetitor, dan menurunkan asumsi penjualan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Every feasibility study rests on one question: will enough customers pay enough for what you plan to offer? Market research in Indonesia answers it with evidence rather than optimism. It looks at the size and growth of the market, how customers buy, what they pay, how products reach them and who already competes for their attention. For foreign investors, it is also a reliable way to test assumptions brought from other markets.

This article explains what a market and competitor analysis covers in Indonesia and how the ALLMAR Law & Investment team carries it out.

Why Indonesia needs careful market research

Indonesia is not one market. It is a country of thousands of islands with large differences in income, infrastructure, culture and buying behaviour between regions. A product that sells well in South Jakarta may struggle in Central Java or Sulawesi. Distribution costs rise sharply outside the main islands. Official statistics are available at national and provincial level, but data for specific niches is often limited. Good research combines published data with field work.

What market research in Indonesia covers

Market size and trends

We estimate the size of your target market using a combination of top-down data, such as statistics from Statistics Indonesia (BPS), industry associations and ministry publications, and bottom-up estimates built from customer numbers and spending. We also look at growth drivers and risks, including regulation, demographics and technology.

Customers

We define customer segments and study their needs, buying process, preferred channels and price sensitivity. For business-to-business markets, this includes procurement practices, payment terms and decision-makers.

Pricing

We collect price points from retailers, marketplaces, distributors and service providers to understand what customers already pay and where your offer could sit.

Distribution

We map how products or services reach customers: direct sales, modern trade, traditional trade, marketplaces, distributors, agents or tenders, along with typical margins and terms.

Competitors

We identify direct and indirect competitors, local and international, and compare them on offer, price, channels, strengths and weaknesses. We also look at barriers to entry such as licences, brand loyalty and distribution access.

Research methods

  1. Desk research using public statistics, industry reports, company filings and news.
  2. Online research on marketplaces, social media and search trends.
  3. Interviews with potential customers, distributors, suppliers and industry figures, conducted in Bahasa Indonesia.
  4. Store and site visits to see products, prices and customer behaviour first-hand.
  5. Surveys where a larger sample is needed, online or face to face.

Regulation as part of the market picture

In Indonesia, regulation often shapes the market as much as demand does. Import restrictions, local content rules, product registration requirements, halal-related obligations and limits on foreign ownership in certain activities can all decide who is able to compete and at what cost. We include a short regulatory overview in the market study, so you can see how the rules affect market access and timing before moving on to financial projections.

What you receive

You receive a report in English with clear conclusions: how large the opportunity is, which segments to target first, a realistic price range, the most practical channels and how you can compete. Data sources and confidence levels are stated, so you know which figures are firm and which are estimates. The findings feed directly into financial projections and the business plan.

Common mistakes

  • Using national figures to estimate demand for a product that will only be sold in one city.
  • Assuming customers will pay prices similar to those in your home market.
  • Overlooking informal or traditional competitors.
  • Relying only on online research and never speaking to customers.
  • Ignoring distribution costs to outer regions.

Time and cost factors

A focused market and competitor analysis usually takes three to six weeks. The cost depends on the number of segments and regions, whether interviews, surveys or site visits are included and how much specialised data must be purchased.

If you want to know whether demand in Indonesia supports your plans, the ALLMAR Law & Investment team can research the market and your competitors and present clear, evidence-based findings.

Pertanyaan umumFAQ

Apa bedanya TAM, SAM, dan SOM?

TAM adalah total permintaan secara teoretis, SAM adalah bagian pasar yang sesuai produk dan wilayah Anda, sedangkan SOM adalah porsi yang realistis diraih dalam periode tertentu.

Apakah analisis pasar harus memakai survei?

Tidak selalu, tetapi data primer seperti survei atau wawancara sangat membantu bila data sekunder untuk pasar dan wilayah Anda terbatas.

Mengapa bank memperhatikan analisis pasar dalam studi kelayakan?

Karena kemampuan membayar pinjaman bergantung pada penjualan. Analisis pasar yang kuat menunjukkan bahwa proyeksi penjualan memiliki dasar yang masuk akal.

Berlangganan info regulasi & tips usaha dari ALLMARSubscribe to ALLMAR regulation updates & business tips