Waralaba & Lisensi

Negosiasi perjanjian waralabaFranchise agreement negotiation

← Semua layanan ALLMAR InvestmentAll ALLMAR Investment services

Jawaban singkatShort answer

Negosiasi perjanjian waralaba adalah layanan ALLMAR Investment.Franchise agreement negotiation is a service by ALLMAR Investment.

Banyak calon penerima waralaba mengira perjanjian waralaba adalah dokumen baku yang tinggal ditandatangani. Padahal sebagian pasalnya sering bisa dibicarakan, terutama bila Anda membuka lebih dari satu gerai, membawa lokasi yang bagus, atau masuk ke wilayah yang belum digarap pemberi waralaba. Jasa negosiasi perjanjian waralaba membantu Anda memahami setiap pasal, mengenali yang merugikan, dan merundingkan perubahan yang wajar sebelum Anda terikat bertahun-tahun.

Dasar aturan perjanjian waralaba

PP 42/2007 tentang Waralaba mengatur bahwa waralaba diselenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis antara pemberi dan penerima waralaba, dengan memperhatikan hukum Indonesia. Bila perjanjian ditulis dalam bahasa asing, perlu ada terjemahan dalam bahasa Indonesia. Perjanjian juga menjadi dokumen yang terkait dengan pendaftaran waralaba. Di luar ketentuan khusus itu, isi perjanjian tunduk pada asas kebebasan berkontrak, sehingga ruang negosiasi tetap ada.

Pasal-pasal yang paling penting untuk ditelaah

Biaya awal, royalti, dan iuran

Periksa dasar perhitungan royalti dan iuran pemasaran: apakah dari omzet kotor atau bersih, kapan dibayar, dan apakah ada pembayaran minimum meski penjualan sedang turun. Tanyakan juga bagaimana iuran pemasaran dipakai dan apakah ada laporannya.

Wilayah dan eksklusivitas

Apakah Anda mendapat wilayah eksklusif? Seberapa luas, dan apakah pemberi waralaba masih boleh menjual secara daring atau membuka gerai sendiri di wilayah itu? Tanpa pengaturan ini, gerai Anda bisa bersaing dengan gerai merek yang sama di seberang jalan.

Jangka waktu dan perpanjangan

Jangka waktu perjanjian idealnya cukup untuk mengembalikan modal dan memperoleh keuntungan. Periksa syarat perpanjangan, apakah ada biaya perpanjangan, dan apakah renovasi gerai diwajibkan setiap periode tertentu.

Kewajiban pembelian bahan dan peralatan

Kewajiban membeli dari pemasok tertentu wajar untuk menjaga standar, tetapi perlu mekanisme penetapan harga yang jelas dan hak Anda bila pasokan terlambat.

Standar operasional dan pemeriksaan

Bagaimana pemberi waralaba menilai kepatuhan Anda, berapa kali pemeriksaan dilakukan, dan apa akibatnya bila Anda tidak lolos?

Pengalihan dan penjualan gerai

Bila suatu saat Anda ingin menjual gerai, apakah perlu persetujuan, ada biaya pengalihan, atau pemberi waralaba berhak membeli lebih dulu?

Pemutusan perjanjian

Ini pasal yang paling sering menimbulkan sengketa. Pastikan alasan pemutusan jelas, ada masa perbaikan sebelum pemutusan, dan akibat pemutusan tidak memberatkan secara berlebihan, misalnya kewajiban membayar royalti sisa kontrak sekaligus.

Larangan bersaing setelah kontrak berakhir

Larangan menjalankan usaha sejenis setelah kontrak berakhir sebaiknya terbatas pada jangka waktu dan wilayah yang wajar.

Tahapan jasa negosiasi perjanjian waralaba

  1. Penelaahan draf perjanjian bersama prospektus penawaran waralaba agar keduanya konsisten.
  2. Pemetaan risiko dengan menandai pasal yang merugikan, ambigu, atau tidak sesuai dengan janji lisan pemberi waralaba.
  3. Penyusunan prioritas negosiasi: mana yang harus diubah, mana yang cukup diperjelas, dan mana yang bisa diterima.
  4. Penyusunan usulan perubahan secara tertulis disertai alasan bisnisnya.
  5. Pendampingan pertemuan dengan pemberi waralaba.
  6. Finalisasi dan pemeriksaan versi akhir sebelum ditandatangani.

Dokumen yang perlu Anda bawa saat penelaahan

Siapkan draf perjanjian beserta seluruh lampirannya, prospektus penawaran waralaba, brosur atau materi presentasi dari pemberi waralaba, catatan janji-janji lisan yang pernah disampaikan, serta rencana lokasi dan jumlah gerai. Dokumen-dokumen ini dipakai untuk memeriksa apakah isi perjanjian konsisten dengan yang selama ini dijanjikan kepada Anda.

Posisi tawar penerima waralaba

Penerima waralaba perorangan dengan satu gerai biasanya punya ruang negosiasi lebih kecil. Namun posisi Anda menguat bila Anda menawarkan beberapa gerai sekaligus (master atau area franchise), membawa lokasi strategis, atau membuka wilayah baru. Bahkan bila pasal pokok tidak bisa diubah, perjelasan definisi dan penambahan masa perbaikan sering bisa disepakati.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membayar biaya waralaba sebelum perjanjian final ditandatangani.
  • Mengandalkan janji lisan yang tidak tercantum dalam perjanjian.
  • Tidak membaca lampiran, padahal standar operasional dan daftar biaya sering ada di sana.
  • Tidak memeriksa hukum yang berlaku dan forum penyelesaian sengketa, terutama untuk waralaba asing.

Berapa lama dan faktor biaya

Penelaahan dan negosiasi umumnya memerlukan beberapa minggu, tergantung tanggapan pemberi waralaba. Biaya jasa dipengaruhi panjang perjanjian, kebutuhan penerjemahan, jumlah gerai yang dicakup, dan jumlah putaran pertemuan.

Tips memilih pendamping

Pilih pendamping yang memahami sisi hukum dan sisi bisnis waralaba, sehingga setiap usulan perubahan bisa dijelaskan dampaknya pada arus kas gerai Anda.

Tim ALLMAR Law & Investment bagian Investasi, bersama ALLMAR Law, dapat membantu Anda menelaah, memprioritaskan, dan merundingkan perjanjian waralaba sebelum Anda menandatanganinya.

A franchise agreement in Indonesia governs your business for years, often a decade or more. It decides what you pay, what support you receive, where you can operate and what happens if things go wrong. Many franchisees treat the agreement as non-negotiable, but franchisors frequently accept reasonable changes, especially for multi-unit or master franchise deals.

The legal framework

Franchising is regulated under Government Regulation No. 42 of 2007 on Franchising and implementing regulations from the Ministry of Trade. The agreement must be in writing and, where the parties include an Indonesian party, prepared in Indonesian as required by Law No. 24 of 2009; bilingual agreements are common. Both franchisor and franchisee also need the relevant franchise registration (STPW).

For foreign franchisors entering Indonesia through a master franchisee, the agreement is typically governed by Indonesian law or a chosen foreign law, with arbitration as the dispute forum.

Clauses that matter most in a franchise agreement in Indonesia

Territory and exclusivity

Define the protected area clearly, using maps or administrative boundaries. Clarify whether the franchisor can open company-owned outlets, sell online or supply other channels in your territory.

Fees and royalties

Understand how each fee is calculated: on gross sales, net sales or fixed amounts. Check what is included in the marketing contribution and how it is spent and reported.

Supply obligations

Many agreements require purchasing from the franchisor or approved suppliers. Negotiate for pricing transparency and the ability to source locally when quality standards can be met.

Development schedule

For multi-unit or master franchise deals, opening targets should be realistic and tied to reasonable consequences if they are missed.

Term, renewal and transfer

Check the initial term, renewal conditions, renewal fees, and whether you can sell the business to a new franchisee with the franchisor's reasonable consent.

Termination

Look closely at grounds for termination, cure periods, and what happens to your outlet, equipment, stock and lease after termination.

Post-termination restrictions

Non-compete clauses should be limited in time, area and scope.

How ALLMAR supports the negotiation

  1. Commercial review. We map the agreement against your outlet budget to see how fees, supply terms and obligations affect profitability.
  2. Issues list. We prepare a prioritised list of points to raise, separating must-haves from nice-to-haves.
  3. Negotiation support. We help you present changes in a way franchisors are likely to accept, and join discussions where useful.
  4. Legal drafting. ALLMAR Law reviews the drafting, the bilingual text and the dispute resolution clause.
  5. Registration. We coordinate the franchise registration steps after signing.

Typical points franchisees negotiate

  • A grace period on royalties during the first months after opening.
  • Clearer support commitments, with specific training days and site visits.
  • Adjusted development schedules linked to site availability.
  • Rights of first refusal on new territories nearby.
  • Reasonable conditions for selling the outlet.

Mistakes to avoid

  • Signing a lease before the franchise agreement is final.
  • Accepting termination clauses with no cure period.
  • Ignoring the cost of mandatory refurbishments during the term.
  • Agreeing to foreign-language-only agreements where Indonesian law requires an Indonesian version.

Before you start negotiating

Read the prospectus and the draft agreement together, since commitments in one should appear in the other. Prepare your outlet budget first, so every requested change can be explained in terms of viability rather than preference. Franchisors respond better to specific, reasoned requests than to a long list of edits.

Time and cost factors

Negotiation can take from a couple of weeks to a few months. Master franchise deals take longer. Time and cost depend on the length of the agreement, the number of outlets, the franchisor's flexibility and the need for translation.

Getting terms you can live with

A balanced franchise agreement supports both a strong brand and a viable outlet. ALLMAR Law & Investment, through its investment practice at investment.allmar.co.id, can help you understand the terms, negotiate key points and complete registration after signing.

Pertanyaan umumFAQ

Apakah perjanjian waralaba bisa dinegosiasikan?

Bisa, meskipun ruangnya berbeda-beda. Pasal seperti wilayah, masa perbaikan sebelum pemutusan, dan definisi biaya sering masih bisa dibicarakan.

Apa saja isi perjanjian waralaba?

Umumnya memuat identitas para pihak, hak atas merek dan sistem, biaya dan royalti, wilayah, jangka waktu, standar operasional, pengalihan, pemutusan, dan penyelesaian sengketa.

Bagaimana jika perjanjian waralaba berbahasa Inggris?

Ketentuan waralaba mensyaratkan perjanjian berbahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga pastikan kedua versinya konsisten.

Apakah penerima waralaba boleh memutus perjanjian lebih awal?

Tergantung isi perjanjian. Karena itu syarat dan akibat pemutusan oleh kedua belah pihak perlu dinegosiasikan sebelum menandatangani.

Berlangganan info regulasi & tips usaha dari ALLMARSubscribe to ALLMAR regulation updates & business tips