
Akuisisi Usaha (Buy-side)
Penetapan kriteria target akuisisiDefining acquisition criteria
← Semua layanan ALLMAR Law & InvestmentAll ALLMAR Law & Investment services
Jawaban singkatShort answer
Penetapan kriteria target akuisisi adalah layanan ALLMAR Law & Investment.Defining acquisition criteria is a service by ALLMAR Law & Investment.
Membeli usaha yang sudah berjalan bisa menjadi jalan pintas untuk memperoleh pelanggan, tim, izin, dan arus kas sekaligus. Namun tanpa kriteria yang jelas, proses akuisisi mudah melebar: waktu habis untuk menilai usaha yang tidak cocok, atau sebaliknya, terburu-buru membeli karena tergiur satu tawaran. Jasa konsultan akuisisi pada tahap awal membantu Anda menetapkan kriteria target secara tertulis, sehingga setiap peluang dapat dinilai dengan ukuran yang sama sejak awal.
Kriteria akuisisi adalah kompas. Ia memberi tahu tim, perantara, dan calon penjual apa yang Anda cari, sekaligus apa yang tidak Anda cari.
Mengapa Kriteria Harus Ditetapkan Lebih Dulu
Pembeli yang tidak memiliki kriteria biasanya menghadapi tiga masalah. Pertama, terlalu banyak tawaran yang harus dinilai sehingga sumber daya terkuras. Kedua, keputusan dipengaruhi emosi atau cerita penjual, bukan kesesuaian strategis. Ketiga, sulit menjelaskan kepada pemodal atau mitra mengapa sebuah target dipilih. Kriteria tertulis mengurangi ketiga masalah tersebut.
Tujuan Strategis Akuisisi
Kriteria diturunkan dari tujuan. Tujuan akuisisi yang umum antara lain:
- Masuk ke pasar atau wilayah baru tanpa membangun dari nol.
- Menambah kapasitas produksi atau jaringan distribusi.
- Memperoleh kemampuan atau teknologi yang belum dimiliki.
- Mengamankan rantai pasok, misalnya membeli pemasok utama.
- Investasi finansial untuk memperoleh arus kas dari usaha yang stabil.
Pembeli strategis dan pembeli finansial biasanya memiliki kriteria yang berbeda. Pembeli strategis menekankan kecocokan dengan usaha yang sudah ada, sedangkan pembeli finansial menekankan stabilitas arus kas dan kemampuan usaha berjalan tanpa pemilik lama.
Komponen Kriteria Target
- Sektor dan kegiatan usaha. Bidang yang dicari dan bidang yang dihindari, termasuk kesesuaian dengan ketentuan bidang usaha bila ada unsur modal asing.
- Wilayah. Lokasi operasional dan pasar yang dilayani.
- Ukuran. Kisaran pendapatan, jumlah karyawan, atau kapasitas, yang sesuai kemampuan pendanaan dan manajemen Anda.
- Kinerja keuangan. Riwayat laba, kestabilan arus kas, dan tingkat utang yang dapat diterima.
- Bentuk transaksi. Membeli saham badan usaha atau hanya membeli aset tertentu, serta porsi kepemilikan yang diinginkan.
- Kondisi legal. Badan usaha yang tertib, izin yang dapat dialihkan atau dipertahankan, dan aset yang status hukumnya jelas.
- Ketergantungan. Batas ketergantungan pada pemilik lama, satu pelanggan besar, atau satu pemasok.
- Peran pemilik lama. Apakah Anda membutuhkan masa transisi bersama penjual.
- Batas tidak dapat ditawar. Misalnya sengketa hukum besar, pelanggaran izin serius, atau sektor yang tidak sesuai nilai perusahaan.
Alur Kerja Jasa Konsultan Akuisisi dalam Menetapkan Kriteria
- Wawancara tujuan. Membahas alasan akuisisi, sumber dana, dan rencana setelah pembelian.
- Penilaian kemampuan internal. Kapasitas manajemen untuk mengelola usaha tambahan dan kesiapan pendanaan.
- Riset sektor. Gambaran umum struktur industri, kisaran ukuran pemain, dan kondisi pasar.
- Penyusunan draf kriteria yang dibagi menjadi kriteria wajib dan kriteria pilihan.
- Pembobotan. Menentukan seberapa penting tiap kriteria untuk penilaian.
- Dokumen profil pembeli yang dapat dibagikan kepada perantara atau calon penjual tanpa membuka informasi rahasia.
Kesalahan Umum dalam Merumuskan Kriteria
- Kriteria terlalu luas sehingga hampir semua usaha masuk daftar.
- Kriteria terlalu sempit sehingga tidak ada target yang memenuhi.
- Ukuran target tidak sesuai kemampuan pendanaan dan pengelolaan.
- Mengabaikan kebutuhan masa transisi dengan pemilik lama.
- Tidak menetapkan batas risiko yang membuat sebuah target langsung dicoret.
Kriteria sebagai Dasar Tahap Berikutnya
Kriteria yang sudah disepakati dipakai di seluruh proses: menyaring calon target, menyusun pendekatan kepada pemilik, menilai harga, dan menentukan fokus due diligence. Kriteria juga dapat disesuaikan bila pasar ternyata berbeda dari perkiraan, asalkan perubahan itu diputuskan secara sadar, bukan karena tergiur satu tawaran.
Contoh Kriteria yang Dirumuskan
Sebuah perusahaan distribusi bahan bangunan, misalnya, ingin memperluas jangkauan ke kota tetangga. Kriterianya dapat berbunyi: distributor di sektor yang sama atau pelengkap, berlokasi di wilayah sasaran, memiliki gudang sendiri atau sewa jangka panjang, telah beroperasi beberapa tahun dengan laba yang stabil, tidak bergantung pada satu pelanggan, dan pemiliknya bersedia mendampingi masa transisi. Usaha dengan sengketa tanah atau tunggakan pajak besar langsung dicoret.
Kriteria seperti ini cukup spesifik untuk menyaring, tetapi tetap memberi ruang bagi beberapa jenis target.
Waktu dan Faktor Biaya
Penetapan kriteria biasanya selesai dalam beberapa sesi kerja bila tujuan dan pendanaan sudah cukup jelas. Biaya jasa dipengaruhi kedalaman riset sektor, jumlah pemangku kepentingan yang perlu diselaraskan, dan apakah layanan dilanjutkan dengan pencarian target.
Bila Anda mempertimbangkan pertumbuhan melalui akuisisi, tim ALLMAR Law & Investment (bagian Investasi) dapat membantu merumuskan tujuan, menetapkan kriteria target, dan menyiapkan profil pembeli sebagai dasar pencarian.
Acquiring an existing company can be faster than building one from scratch. You inherit customers, staff, licences and know-how. But if you want to buy a business in Indonesia, the first step is not looking at companies for sale. It is deciding precisely what you are looking for. Clear acquisition criteria make the search efficient, help you say no quickly and keep emotions out of the decision.
This article explains how to define acquisition criteria as a foreign buyer and how the ALLMAR Law & Investment team helps you set them.
Why criteria matter
Without criteria, buyers often spend months reviewing businesses that are attractive in some way but wrong in others: too large, too small, in a restricted sector, dependent on one owner or impossible to integrate. Agreed criteria also align decision-makers, such as shareholders, family members or a parent company board, before any negotiation begins.
Criteria to define before you buy a business in Indonesia
Strategic fit
- Why you are buying: market entry, adding capacity, acquiring customers, licences, technology or talent.
- Which sectors, products or services fit the strategy.
- Geographic focus, such as Greater Jakarta, Surabaya, Bali or specific industrial areas.
Size and financial profile
- A range for revenue, profit, number of employees or assets.
- Minimum profitability or acceptable turnaround situations.
- The availability and quality of financial statements, preferably audited.
Regulatory feasibility
Foreign ownership limits depend on the target's business activities and KBLI codes. Some activities are open, some have caps or conditions and some are reserved for local or small businesses. A target with restricted activities may need restructuring before you can buy, or may not be suitable at all. Licences must be transferable or able to remain valid after a change of shareholders. Larger transactions may also need merger notification to the competition authority (KPPU) if certain thresholds are met.
Deal structure
- Share purchase or asset purchase.
- Full control, majority stake or minority investment.
- Whether the current owner should stay for a transition period.
- Funding: own capital, bank financing or staged payments.
Deal-breakers
We help you list the issues that would end your interest, such as unclear land titles, major tax disputes, informal nominee structures, heavy dependence on one customer or unresolved litigation.
Acquisition or new company?
Part of setting criteria is confirming that an acquisition is the right route at all. Buying makes sense when the target offers something hard to build quickly, such as established customers, scarce licences, a production site or an experienced team. If what you need is mainly a legal entity and a fresh start, setting up a new PT PMA may be simpler and carry fewer inherited risks. We compare both routes honestly before you commit to a search, including the time each is likely to take and the management effort required after closing.
How we work with you
- Strategy session. We discuss your goals, resources and timeline.
- Draft criteria. We prepare a written acquisition profile with must-haves, nice-to-haves and deal-breakers.
- Regulatory check. We check how the target profile fits foreign ownership rules and licensing.
- Funding alignment. We confirm the size range against your available capital and financing options.
- Approval. You and other decision-makers agree the criteria, which become the brief for target search.
Common mistakes
- Starting with a single company someone introduced, rather than defined criteria.
- Overlooking foreign ownership limits until late in negotiations.
- Assuming all licences transfer automatically with the company.
- Setting a size range that does not match available capital.
- No plan for who will run the business after the deal.
Time and cost factors
Defining acquisition criteria usually takes one to two weeks. The fee depends on the complexity of your strategy, the number of sectors and regions and whether the work is combined with target search and evaluation.
If you are considering buying a business in Indonesia, the ALLMAR Law & Investment team can help you set clear acquisition criteria so your search focuses on companies you can actually buy and run.
Pertanyaan umumFAQ
Apa bedanya membeli saham dan membeli aset usaha?
Membeli saham berarti mengambil alih badan usaha beserta hak dan kewajibannya, sedangkan membeli aset berarti hanya membeli harta tertentu tanpa mengambil alih badan usahanya.
Mengapa kriteria akuisisi perlu ditulis?
Kriteria tertulis membantu menilai setiap peluang secara konsisten, mempercepat penyaringan, dan memudahkan menjelaskan keputusan kepada pemodal atau mitra.
Apakah akuisisi lebih murah daripada membangun usaha dari nol?
Tidak selalu. Akuisisi memberi waktu lebih cepat dan arus kas yang sudah ada, tetapi harga beli dan risiko warisan perlu dihitung. Perbandingan sebaiknya dilakukan per kasus.
